Pages

Jumat, 06 Desember 2013

What's Wrong With Friday


Gak mau banyak cerita dimulai dari tadi pagi aku gak srek saat dia bakalan ketemuan dengan mantan alasan diundang acara ulang tahun mantan. Diam, gak enak hati udah selimutin perasaan. Tapi tetap aja setidak enaknya hati harus tetap terlihat tanpa masalah dihadapanmu itu dilakuin untuk menjaga perasaan dan mood anda pagi ini. Tidak banyak yang dapat aku lakuin karena bukan siapa-siapa, hati sebnarnya ingin berkata tidak, tapi apa boleh buat jika dirimu memang inginkan bertemu denganya. Makan siang yang dirimu buatkan untukku cukup membuat aku terhibur sejenak, kemudian badmood karna  tamu yg aku kira akan dijodohkan padamu. Kemudian rengekanmu agar aku membelikan jajanan disiang terik tadi. Berlanjut cada gurau melupakan sejenak perasaan tidak enak tersebut.

Tepat siang yang menjelang sore anda izin bersiap untuk bergegas pergi, aku pun dengan rasa enggan melepaskanmu untuk bersiap siang itu. Ntah apa yang ada dalam fikiranmu atau apa yang ada dalam fikiranku mungkin jum’at ini memang kejam saat aku lihat anda mengenakan gaun yang di berikan oleh mantan anda. Gundah gulana, risau dan cemas tak tertampik saat anda mencoba meraih tangan saya. Kepergian anda dari rumah tanpa sepatah kata pun menjadi akhir percakapan kita pada jum’at ini. Setiap menit selalu terfikir dirimu sedang apa?? dimana?? dan bagai mana??. Semakin risau cemas galau semakin menjadi. Sore yang menjelang gelap hingga adzan pun tiba, tak kulihat tanda-tanda kehadiranmu. Hari mulai gelap,, aku tetap senan tiasa menunggu. Aku pun semakin galau ketika melihat check in anda yang menunjukan keberadaan anda di sebuah bioskop. Hingga kepulangan anda pun menjadikan risau saya semakin menjadi.

Mencoba untuk tidak menatap matamu, aku pun menghindari pembicaraan padamu, mencoba mengusir gundah gulana mencari angin segar dengan nongkrong di luar. Tapi lagi-lagi kegelisahan tidak dapat ditolak. Ketika pulang kerumah, keadaan semakin galau ketika akhirnya ku temukan pesan BBM atas pengakuanmu yang mengagetkan. ”maaf maaf, aku salah. Aku mau bilang aku udah balikan dengan pacarku. Tapi itu terpaksa”. Bukan perkara terpaksa atau tidak, tapi perkara konsistensi hati anda. Tak masalah buat aku dari awal feelingku  sudah menyadari semuanya. Selamat buatmu semoga bahagia. Semoga anda tidak lupa padaku di saat-saat anda sendiri.

Dan sekarang aku merasa benar-benar kehilangan, kaki ku dingin, jantungku sesak, nafasku terbata-bata. Sakit yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku berusaha untuk relax malam ini, aku benar-benar kembali dalam perasaan galau. Hehh galau.. harusnya aku tidak layak dengan kata itu. Yang aku sayangkan adalah kenapa janji yang terucap begitu mudah diucapkan oleh wanita. Kenapa mudah mengingkari?? Kenapa mudah bohong. Jika tidak bisa mengasihi tidak perlu melambungkan harapan tinggi. Dari awal memang tidak ada tempat untuku. No problem  saya coba tegar, tetap tersenyum melihat apa yang akan cinta perbuat untu hati ini selanjutnya. Apa aku akan jatuh atau tetap berdiri. Terkadang Cuma cinta yang sanggup membuat kamu tegak, ketika merasa sudah terkapar di tanah. Cuma cintaa. Selamat pagi.. survived the weekend. Makasih cinta.

Oke..oke.. mungkin, mungkin aku gak bisa kasih apa yang dia kasih padamu. Mungkin, iya mungkin aku gak bisa bayar kerugian yang yang anda rasakan. Setidaknya aku, gak mengorbankan perasaan untuk membayar semuanya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

 

Blogger news

Sedikit banyak bercerita bukan berarti membuka diri dan lebih banyak diam bukan juga berarti ank muda yang sedang mencari perhatian. namun lebih memahami arti dari hidup, mengerti apa mau diri ini, dan bercerita dalam batin tentang apa sebenarnya perjalanan hidup..

Blogroll

About

http://youtu.be/PaYHnvaSu4I